egiatan De’link News.com, KEPSULA – Kepala BPS Kepulauan Sula Syahrul Gufron Usman, S.ST, di wakili Kasubag Umum BPS Kepulauan Sula Rahmat Buamonabot, S.ST, secara resmi membuka. Pelatihan Petugas Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 bagi petugas lapangan dan pengawas lapangan di Hotel Beliga, Sanana, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sula ini, dilaksanakan dua gelombang, dimana gelombang pertama berlangsung pada 2–4 Juni 2026, gelombang kedua pada 8–10 Juni 2026. dan pembukaan ini juga dihadiri pihak Pemda Kepulauan Sula yang diwakili pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Dalam laporannya, Ketua Panitia kegiatan Taufan Soamole, mengatakan bahwa untuk para mitra BPS yang akan turun ke lapangan baik Kepsula maupun Taliabu sebanyak 140 dengan rincian PML 24 orang dan 116 PCL, dengan rincian 69 orang dari Sula Besi, 20 orang dari Mangoli dan 51 dari Pulau Taliabu 51 orang.
Kasubag Umum BPS Kepulauan Sula Rahmat Buamonabot, S.ST, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang bertujuan memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh, termasuk perkembangan sektor usaha hingga ekonomi digital.“Pelatihan dilaksanakan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama pada 2–4 Juni 2026, gelombang kedua pada 8–10 Juni 2026. Secara keseluruhan terdapat 2 kelas pelatihan yang akan mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.
Menurutnya, Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Apalagi, perkembangan teknologi telah mengubah struktur ekonomi secara signifikan. Banyak aktivitas usaha yang sebelumnya mudah terlihat secara fisik kini berkembang melalui marketplace, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.“Karena itu pemerintah membutuhkan data yang lebih lengkap, lebih akurat, dan lebih mutakhir agar tidak ada potensi ekonomi masyarakat yang luput dari pencatatan,” katanya.
Selain itu, paparnya memiliki berbagai sektor unggulan yang menjadi kekuatan daerah, mulai dari industri mebel dan ukir yang telah mendunia, UMKM yang terus berkembang, sektor perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga perikanan dan kelautan.“Potensi besar tersebut memerlukan dukungan data yang akurat agar arah pembangunan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, objektivitas, dan profesionalisme selama menjalankan tugas pendataan.“Data yang Saudara kumpulkan harus benar-benar menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Jangan sampai ada data yang terlewat, tidak akurat, atau tidak sesuai fakta lapangan. Setiap angka yang dicatat akan menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah pada masa mendatang,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Kasubag Umum BPS Kepulauan Sula, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jepara untuk turut mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas.“Partisipasi masyarakat merupakan kunci keberhasilan sensus ini. Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah besar menghadirkan data ekonomi yang berkualitas, memperkuat perencanaan pembangunan,”tutupnya. (**)