Selamat Datang Pemimpin Baru Pulau Taliabu
Catatan Pelantikan Bupati Pulau Taliabu 2025 – 2029
SELAMAT DATANG kepada pemimpin baru karena Pemimpin (Bupati/Wakil Bupati) teripilih kali ini adalah pendatang baru bukan incumbent yang melanjutkan kepemimpinan sebelumnya. Selain sebagai jargon kampanye yang telah merasuki sebagian besar masyarakat Pulau Taliabu sebagai pemilih, hakekatnya perubahan itu adalah mengenai orang, mengenai gaya dan mengenai cara dalam memimpin Pulau Taliabu hari ini dan kedepan.
Ketika kita memahami perubahan itu mengenai “ORANG atau PEMBANGUNAN” maka orang Taliabu harus menanti terwujudnya melalui lahirnya pemimpin baru yaitu Sashabila Mus dan La Ode Yasir yang telah menggantikan kepemimpinan Pulau Taliabu sebelumnya Aliong Mus dan Ramli.
Kita berharap dengan target kepemimpinannya yang jelas, lebih terencana, sistimatis dan terukur dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Pulau Taliabu, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Tentunya tantangan yang dihadapi pemimpin Pulau Taliabu saat ini adalah bagaimana pemimpin itu selalu hadir dan menjadi sumber harapan bagi masyarakatnya. Diera ini pemimpin tidak lagi berlaku sebagai penguasa yang mempraktekan kepemimpinannya sebagai sebuah kelompok elitis ditengah berbagai persoalan hidup masyarakat tetapi bagaimana jabatan itu diejawantakan sebagai sebuah TANGGUNGJAWAB PELAYANAN yang mampu memberikan harapan besar bagi masyarakat untuk bisa hidup lebih baik lagi dari sebelumnya.
Sebab, Arus besar perubahan itu telah dikapitalisasi melalui sebuah perjuangan bersama dalam menentukan pemimpin di Pulau Taliabu saat ini. Apalagi, kita belum mengetahui Sashabila Mus dan La Ode Yasir akan menjadi symbol dari perubahan itu, atau merintis kemampuan dengan cara-cara baru dalam mengentaskan persoalan kekinian masyarakat Pulau Taliabu.
Keinginan dan harapan tersebut pasti akan sangat mudah diwujudkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu saat ini karena didukung oleh gerbong perubahan itu sendiri yakni sebagian besar masyarakat Pulau Taliabu yang telah menjadi pemilih.
Apalagi, semua kelompok tersebut akan menjadi garda terdepan sebagai pelopor perubahan atau agent of change yang akan membawa perubahan menuju Pulau Taliabu yang maju, adil dan berdaya saing.
Membaca dan penulis memahami persoalan Pulau Taliabu saat ini, titik berat masalah yang dihadapi masih berkutat seputar kebutuhan infrastruktur dasar seperti jalan raya, listrik, air minum, pelayanan kesehatan serta lapangan pekerjaan.
Untuk itu, pemimpin baru Pulau Taliabu tentu harus memiliki pendekatan dan cara tersendiri dalam mengatasi persoalan tersebut. Pemetaan masalah yang baik serta menentukan skala prioritas dalam pembangunan, menjadi sebuah keharusan dalam membuat keputusan.
Selain itu membuka ruang komunikasi yang intens dan terbuka dengan pemerintah propinsi dan pemerintah pusat menjadi sebuah keharusan dalam mengatasi minimnya anggaran belanja daerah.
Sementara peluang dan potensi dasar yang dimiliki Pulau Taliabu saat ini seperti pariwisata, pertanian, perkebunan serta perikanan akan menjadi motor kebangkitan ekonomi masyarakat Pulau Taliabu kedepannya. Karena, 10 tahun sebelumnya beberapa sektor dinilai gagal total sebab, banyaknya bantuan ke Tengah Masyarakat tapi tak satupun berhasil menembus pasaran nasional atau antara provinsi yang menghasilkan devisa daerah, contohnya Dinas Perikanan dan beberapa dinas lainnya.
Sementara hasil perkebunan seperti cengkeh, coklat tetap akan menjadi sector andalan sebagai komiditas daerah yang tak tahu arahanya kemana. Ketika adanya pembeli daerah luar daerah, maka PAD untuk daerah tidak pernah tersentuh. Karena minimnya peraturan daerah terkait hasil pembelian dalam daerah. Maka, jangan heran Ketika pembeli dengan seenaknya masuk dari desa ke desa membeli hasil tanpa beban pembayaran retribusi.
Atau kita akan terus memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menunggu kapal lintas daerah yang membawa kebutuhan sayur mayur dan bumbu dapur. Hal ini pemimpin baru harus realtif memutar otak untuk tidak menjadi pemasok dari luar daerah tetapi harus menjadi penjual ke negeri seberang.
Selamat bekerja IBU SASHABILA MUS dan BAPAK LA ODE YASIR. Saudari-saudara berdua telah dipilih sebagai PEMIMPIN (PELAYAN), bukan sekedar PEJABAT (BUPATI dan WAKIL BUPATI) bagi masyarakat Pulau Taliabu.
*Pimpinan Media “DE’LINK NEWS.COM


Tinggalkan Balasan